Behavioral Analysis of Malaria Incidence in the Working Area of Hebeybhulu Yoka Public Health Center, Jayapura City
Main Article Content
Dolfinus Yufu Bouway
Elsa Destalya Pasanda
Konstantina Marthina Pariaribo
Background: Malaria remains a global public health concern. In Jayapura City, Hebeybhulu Yoka Public Health Center ranked second highest in malaria cases in 2024, with 2,797 cases recorded. This study aimed to analyze behavioral risk factors associated with malaria incidence in the working area of Hebeybhulu Yoka Public Health Center, Jayapura City.
Methods: This analytic survey used a case-control design conducted from 10–30 September 2025. A total of 92 respondents (46 cases and 46 controls; ratio 1:1) were selected using simple random sampling with age matching between groups. Data were collected through structured interviews using a questionnaire and analyzed using univariate, bivariate (chi-square, odds ratio), and multivariate (backward LR logistic regression) tests.
Results: Bivariate analysis showed that hanging clothes indoors (p=0.005; OR=3.927; 95% CI=1.583–9.743) and going outdoors at night (p=0.027; OR=3.024; 95% CI=1.218–7.510) were significant risk factors for malaria incidence, while bed net use (p=0.021; OR=0.341; 95% CI=0.145–0.798) and mosquito repellent use (p=0.027; OR=0.331; 95% CI=0.133–0.821) were significant protective factors. Multivariate analysis identified hanging clothes indoors as the most dominant behavioral factor associated with malaria incidence (p=0.015; Exp(B)=3.213; 95% CI=1.254–8.235).
Conclusion: Hanging clothes indoors and nighttime outdoor activity increase the risk of malaria, while bed net and mosquito repellent use are protective. Hanging clothes indoors is the dominant behavioral risk factor in this population. Community-based interventions targeting these specific behaviors are recommended to reduce malaria transmission in the study area.
Aferizal, A., Nababan, D., Sitorus, M., Manurung, K., & Tarigan, F. (2024). Analisis faktor yang berhubungan dengan kejadian malaria di wilayah kerja UPT Puskesmas Non Rawat Inap Lahomi Kecamatan Lahomi Kabupaten Nias Barat. Prepotif: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(1), 474–492. https://doi.org/10.31004/prepotif.v8i1.26256
Badan Pusat Statistik Provinsi Papua. (2024). Data kasus malaria tahun 2023. BPS Provinsi Papua.
Darmawansyah, Habibi, J., Ralis, R., & Wulandari. (2019). Determinan kejadian malaria (kajian epidemiologi di daerah wabah). Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(3), 136–142. https://doi.org/10.33221/jikm.v8i03.370
Dimi, B., Adam, A., & Alim, A. (2020). Prevalensi malaria berdasarkan karakteristik sosio demografi. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 19(1), 4–9. https://doi.org/10.33221/jikes.v19i01.399
Dinas Kesehatan Kota Jayapura. (2024). Data kasus malaria tahun 2022–2024. Dinas Kesehatan Kota Jayapura.
Fadillah, G., & Azizah, R. (2022). Analisis faktor risiko perilaku dengan kasus malaria pada masyarakat di Indonesia – Meta analysis 2016–2021: Literature review. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 5(11), 1336–1345. https://doi.org/10.56338/mppki.v5i11.2733
Hamdani, N. N., Kartini, & Mira, M. (2020). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian malaria di wilayah Puskesmas Windai Distrik Windai Kabupaten Intan Jaya Papua. Jurnal Promotif Preventif, 2, 1–7. https://doi.org/10.47650/jpp.v2i2.163
Harijanto, P. N., & Gunawan, C. A. (2009). Malaria dari molekuler ke klinis (2nd ed.). EGC Medical Publisher.
Hermalini, Meliyanti, F., & Candra, E. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian malaria. Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan, 15(2), 36–48. https://doi.org/10.36729/bi.v15i2.1132
Ishak, H., & Arsin, A. (2017). Karakteristik lingkungan penderita malaria di Kabupaten Bulukumba. Higiene: Jurnal Kesehatan Lingkungan, 2(3), 73–77. https://afiasi.unwir.ac.id/index.php/afiasi/article/view/47
Kemenkes RI. (2021). Profil kesehatan Indonesia 2021. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Lewinsca, M. Y., Raharjo, M., & Nurjazuli, N. (2021). Faktor risiko yang mempengaruhi kejadian malaria di Indonesia: Review literatur 2016–2020. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 11(1), 16–28. https://doi.org/10.47718/jkl.v11i1.1339
Lusiyana, N., & Rochmah, F. S. N. R. (2025). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Episode Berulang Malaria di Daerah Endemis Tinggi Malaria. Jurnal kesehatan komunitas (Journal of community health), 11(2), 410-418. https://doi.org/10.25311/keskom.Vol11.Iss2.2207
Midayanti, S., Raharjo, M., & Purwanto, H. (2022). Faktor risiko yang mempengaruhi kejadian malaria di wilayah Distrik Jayapura Selatan Kota Jayapura. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 21(3), 358–365.
Mofu, R. M. (2022). Faktor determinan kejadian malaria pada masyarakat di Kampung Sosiri Kabupaten Waibu, Kabupaten Jayapura tahun 2020. Jurnal Publikasi Kebidanan, 13(1), 66–75.
Mufara, C. N., & Wahyono, T. Y. M. (2023). Faktor Perilaku Pencegahan Terhadap Kejadian Malaria di Papua: Analisis Riskesdas 2010-2018. Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI), 6(5), 901-911. https://doi.org/10.56338/mppki.v6i5.3294
Mukin, G. B., Togubu, D. M., & Khadafi, M. (2023). Perilaku penggunaan kelambu berinsektisida dalam upaya pencegahan penyakit malaria. INHEALTH: Indonesian Health Journal.
Ningtyas, R., Martini, M., Wurjanto, M. A., & Hestiningsih, R. (2023). Analisis faktor risiko kejadian malaria pada anak (usia 0-18 tahun) di Kabupaten Purworejo. Jurnal Riset Kesehatan Masyarakat, 3(2), 59-70. https://doi.org/10.14710/jrkm.2023.19153
Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi penelitian kesehatan. Rineka Cipta.
Rokhayati, D. A., Putri, R. C., Said, N. A., & Rejeki, D. S. S. (2022). Analisis faktor risiko malaria di Asia Tenggara. Balaba: Jurnal Litbang Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Banjarnegara, 18(1), 79–86. https://doi.org/10.22435/blb.v18i1.5002
Septira, M., & Susilawati. (2022). Pengaruh aktivitas di malam hari terhadap risiko malaria masyarakat pesisir Kecamatan Pantai Cermin Kabupaten Serdang Bedagai. Nautical: Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1(6), 467–468. https://jurnal.arkainstitute.co.id/index.php/nautical/article/view/368
Setiawan, H., Hamisah, I., & Fahdhienie, F. (2021). Faktor risiko kejadian malaria pada masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Krueng Sabee Kabupaten Aceh Jaya. Jurnal Bahana Kesehatan Masyarakat (Bahana of Journal Public Health), 5(2), 65–71. https://doi.org/10.35910/jbkm.v5i2.527
Sitepu, R., Lukito, A., & Tarigan, E. (2018). Analisis determinan kejadian penyakit malaria di Kecamatan Kutambaru tahun 2017. Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan, 5(3). https://doi.org/10.33024/jikk.v5i3.942
Suni, A. (2018). Hubungan perilaku pencegahan dengan kejadian malaria oleh masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Kalumata, Siko dan Kalumpang Kota Ternate. Jurnal Kesehatan Poltekkes Ternate, 8(1), 1–12. https://doi.org/10.32763/d04s0319
Utami, T. P., Hasyim, H., Kaltsum, U., Dwifitri, U., Meriwati, Y., Yuniwarti, Y., Paridah, Y., & Zulaiha, Z. (2022). Faktor risiko penyebab terjadinya malaria di Indonesia: Literature review. Jurnal Surya Medika, 7(2), 96–107. https://doi.org/10.33084/jsm.v7i2.3211
Wahida, A. N., Hasan, N. Y., & Hanurawaty, N. Y. (2021). Efektivitas variasi konsentrasi fermentasi gula merah sebagai atraktan nyamuk. Jurnal Riset Kesehatan, 11(1), 262–268.
Wahyuni, F., & Miko Wahyono, T. Y. (2022). Analisis Faktor Risiko Kejadian Malaria di Kabupaten Batu Bara Tahun 2022. Jurnal Epidemiologi Kesehatan Indonesia, 8(1), 2. https://scholarhub.ui.ac.id/epidkes/vol8/iss1/2/
World Health Organization. (2018). World malaria report 2018. WHO. Link: https://www.who.int/teams/global-malaria-programme/reports/world-malaria-report-2018
World Health Organization. (2022). World malaria report 2022. WHO. Link: https://www.who.int/teams/global-malaria-programme/reports/world-malaria-report-2022
World Health Organization. (2024). World malaria report 2024. WHO. Link: https://www.who.int/teams/global-malaria-programme/reports/world-malaria-report-2024




